Pernah aku mengenal cinta belum lama ini. Memang indah, tapi hanya sekejap, lalu fana. semuanya hilang, menyakitkan, dan kusebut penghianatan. namun itulah adanya. dan sampai kini, hati pun bersembunyi di balik jeruji keikhlasan. entah untuk berapa lama bertahan. karena yang ku tahu, Tuhan belum mengungkap kebenarannya, sandiwara hidup masih terus berjalan.
Masa - masa yang terlewati menyisakan penyesalan, dan kucilan dari orang - orang terdekat. mereka menertawaiku. sungguh malu, dan sangat malu. aku bercermin, sepekan berlalu menjadi gila akalku. tak sentuh santapan sedikitpun. hanya dahaga yang tak tertahankan. aku menjadi diam, sunyi, seribu bahasa. kebahagiaan terenggut oleh napas yang belum kunikmati kesejukkannya. Dia, Dia pergi begitu saja. dan tinggalkan aku membuih tanpa nuraninya yang memang sejak awal ku ragukan. entah apa maksudnya? benarkah selama ini kepalsuan atas kesungguhannya?
Mungkin aku bodoh. buaianku menjadi tak terarah. Lagi - lagi dia, yang menarikku lalu menjatuhkan. tahtaku tak diawan lagi, sempat itu! budak hati adalah kecaman yang diberikan oleh alam. Hang Tuah pun kurasa menertawakan hal yang aku lakukan. tapi apa pedulinya? empat pekan berlalu kita bersama dulu, tak cukup membuktikan bahwa aku cinta? dusta yang ada tak cukup membuktikan kasih? lalu dimana perannya? mengapa selalu aku yang bersalah dan harus mengalah?
Tuhan, dosa ku menjadi lautan. aku sempat berpaling dan justru menyetiakan orang tersebut. Kurasa aku khilaf, Tuhan! itu hanya sebagian kecil dari rintang yang seharusnya dapat ku atasi tanpa terjerumus di dalamnya. Pertama bagiku adalah luka lama. DIA, DIA ! hilangkan asaku terhadapnya. karena DIA bagiku PENGHIANAT MASA. maaf belum terhantar. maaf bukan apa - apa. karena kau sempat membuat sepekan ku menjadi NERAKA DUNIA
Copyright ART Shachy | Designed by WPThemesExpert | Blogger Template by Blogger Template Place
by Shachy Hubb Albirr
Senin, 18 November 2013