Berbeda

kali ini ku yakin bukan cinta
kali ini ku yakin bukan kasih
kali ini ku yakin sesuatu
ku tegaskan, kau berbeda

maka akulah penjaga masa
maka akulah pembelai asa
maka panggilah aku
pengekal hati hakiki

dan kau ku hantarkan satu tanya
benarkah kau bersungguh?
karena bukan balas yang ada
jika dusta di balik gemuruh

lalu Tuhan, apa yang terjadi
terhadap bulan pada malam
terhadap surya pada petang
dan terhadap ku pada senja

sedang angkara tiba saat ini
aku terjerembab kenangan lalu
memaksa meniadakan nurani
dan tangis pun menjadi haru

Bersua Tanpa Suara

Dalam keheningan senja, mata menyambut asa
yang tak tampak sesegera mendekap
entah apakah itu cinta
ataukah hanya pelarian membentuk harap

dan lagi - lagi kau yang menyapa hati
di tiap sajak yang terhampar di kemayaan
dengan kata - kata seakan puja memuji
menyentuh dasar jiwa keindahan

ku perhatikan kala jarak tak sampai jauh
kita bersua, tanpa suara
lalu aku merunduk getir lewat gemuruh
ingin beranjak namun tak kuasa

ku kenal kau belum lama ini
seakan hadir di sengajakan Tuhan
dengan doa - doa yang telah kau beri
menarik rasa sesegera mungkin menjadi keluluhan

tak usahlah balas menghambat kelana
karena yang ku tahu cinta tak begini
biarlah sembunyi tangan - tangan kita
seolah tak menyaksikan apa yang terjadi

karena sua
tanpa suara
telah ciptakan
kasih yang mulia...

Surga Baru


Tidakkah rindu sampai menggebu
Mengingat asa belum berkalam
Sepatah kata mulai merayu
Dalam cahaya terangi malam

Dimana kesungguhannya?
Jikalau benar engkau beri
Bukan menghibur rajuk dalam lena
Cemasku mulai meniti

Singgahsana tak menetap
Bukan karena tuan, bukan hati
Namun senja permainkan petang menghadap
Jiwa bertanya akan surga ini

Berlalulah kau wahai kakanda
Pergi jauh sebelum buai mendalam
Wanita mulia di jauh sana
Mengenang masa dalam diam

Tak ingin belati menyayatmu
Kau pesona sang surya
Percayalah itu
Biarlah surgamu tak maksud untuk ini jiwa

Mahameru Cinta


Malam menguak tabir dalam asa
Gugur bunga saling bersahut
Rindu berkata simpan angkara
Tahtaku dalam istana tertutup kabut

Bersanding rembulan ingin mulia
Satu suci hening bergeming
Tak ada pelita untuk permata
Sang putih menjadi kemuning

Kulihat bulan bersama bintang
Menawan kasih purnama rindu
Mengintai mana cahaya untuk memandang
Tersingkap kias tunduk sayu

Antara kau dan aku masih terpana
Balas cinta di puncak angin berhembus
Fatwaku bersama pujangga senja
Menyapa camar berbunyi halus

Sungguh, untukmu Mahameru!
Kias menghias jiwaku bagai khayalan
Pesona puja mengekalkan masaku
Kakanda, demi jiwa hendak sampaikan

Diam hatiku, diam
Umpama disekam api menyala
Tak sedikit merayu bagai meredam
Pilu belas hati bersangka

Biarkan Cintaku Bertahan

Jangan larang aku
biarkan aku pergi
tak usah kau berlaga pedulikanku
ku bilang, jangan halangi

cinta ini sudah sakit
perih tersayat
namun masih merakit
satu keindahan dalam hayat

izinkan dan berhenti
buatku membencimu
aku masih ingin disini
terbuai wajahku malu

hentikan langkahmu disana
dekat rindangnya dahan
ku mohon bebaskan aku dalam sandiwara
Biarkan Cintaku Bertahan

Another Templates

My Cat

My Cat