Termenung di sepinya malam
bernyanyi kecil sambil menghibur diri
berharap cintanya tak ingin kelam
karena kali kedua rasakan kasih suci
biarkan kabut menemani
elok rupa malang ini mendalu
sampai keheningan hilang tak kembali
agar jua tak berlarut penuh haru
kadang tangis menerpa tak wujud harap
tapi senyum kian tersipu pada hatinya
kala lintasi sosok pangeran gagah langkah berderap
di balik kata ada angin menyapa
selalu di permadani
cintanya tergeletak hampir hilang
hingga kini tetap menanti
balas cinta laksana emas berdulang
kapankah kekal abadi
menyeru pada nasib ini cinta gadis penghayal
biar suka penuh hakiki
diiringi sekejap rintik hujan yang tak kekal
bernyanyi kecil sambil menghibur diri
berharap cintanya tak ingin kelam
karena kali kedua rasakan kasih suci
biarkan kabut menemani
elok rupa malang ini mendalu
sampai keheningan hilang tak kembali
agar jua tak berlarut penuh haru
kadang tangis menerpa tak wujud harap
tapi senyum kian tersipu pada hatinya
kala lintasi sosok pangeran gagah langkah berderap
di balik kata ada angin menyapa
selalu di permadani
cintanya tergeletak hampir hilang
hingga kini tetap menanti
balas cinta laksana emas berdulang
kapankah kekal abadi
menyeru pada nasib ini cinta gadis penghayal
biar suka penuh hakiki
diiringi sekejap rintik hujan yang tak kekal
by Shachy Hubb Albirr
Selasa, 21 Juni 2011